Founder Pelita Harapan Group: "UPH Siap Mendukung Penuh Transformasi UKI Toraja"
Komitmen untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai Kristiani ditandai melalui kunjungan Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja bersama Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja ke Universitas Pelita Harapan (UPH) pada 23–24 Juni 2026. Kunjungan tersebut mendapat sambutan hangat dari jajaran pimpinan UPH sekaligus menghasilkan penandatanganan kerja sama sebagai langkah awal pengembangan berbagai program strategis antara kedua institusi.
Founder Pelita Harapan Group, James T. Riady, menegaskan komitmen UPH untuk mendukung transformasi UKI Toraja. Menurutnya, kemajuan pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat pelayanan gereja dan pembangunan masyarakat.
"UPH siap mendukung penuh transformasi UKI Toraja."
James T. Riady juga menekankan pentingnya sinergi antara gereja dan dunia pendidikan. Ia menyampaikan bahwa masyarakat Toraja perlu menyadari betapa pentingnya gereja dan pendidikan sehingga pendidikan dapat menjadi fondasi sekaligus tulang punggung gereja di Toraja.
Kerja sama yang telah disepakati akan diwujudkan secara bertahap melalui berbagai program strategis, di antaranya program sit in bagi dosen-dosen UKI Toraja di UPH untuk meningkatkan kompetensi akademik, kesempatan bagi mahasiswa UKI Toraja mengikuti perkuliahan selama satu semester di UPH, peluang memperoleh program dual degree, pengembangan student leadership, serta kolaborasi dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan spiritualitas melalui internalisasi core value.
Selama dua hari kunjungan, rombongan BPS Gereja Toraja dan UKI Toraja diterima langsung oleh jajaran pimpinan UPH, di antaranya Stephanie Riady selaku President Pelita Harapan Group, Prof. Dr. J. L. Parapak selaku Rektor UPH, beserta seluruh jajaran pimpinan universitas. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi untuk berbagi pengalaman, strategi pengelolaan perguruan tinggi, serta penguatan budaya akademik yang berorientasi pada mutu dan karakter.
Ketua Umum BPS Gereja Toraja, Pdt. Dr. Alfred Yohanes Rantedatu Anggui, M.Th. menyampaikan bahwa budaya akademik yang diterapkan di UPH menjadi inspirasi yang akan diadaptasi di UKI Toraja sebagai bagian dari proses peningkatan kualitas pendidikan.
"Budaya akademik UPH kita coba adaptasi. Kita berharap secara bertahap kita meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan pendidikan di UKI Toraja."
Sementara itu, Rektor UKI Toraja, Prof. Dr. Oktavianus Pasoloran, S.E., M.Si., Ak. CA menegaskan bahwa berbagai praktik yang diterapkan di UPH akan menjadi referensi dalam pengembangan tata kelola dan penyelenggaraan pendidikan di UKI Toraja.
"Pengalaman-pengalaman di UPH bisa diadopsi sesuai dengan lingkungan pengelolaan di UKI Toraja."
Kemitraan antara UPH dan UKI Toraja diharapkan menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi UKI Toraja menjadi perguruan tinggi yang unggul, berintegritas, serta memiliki jejaring nasional dan global. Melalui kolaborasi ini, kedua institusi berkomitmen membangun ekosistem pendidikan yang menghasilkan lulusan berkarakter, kompeten, dan siap memberikan kontribusi bagi gereja, masyarakat, dan bangsa, dengan tetap berakar pada nilai-nilai Kristiani serta kearifan lokal Toraja.



