UKI Toraja bersama Pengurus Yayasan Perguruan Kristen Toraja (YPKT) dan pimpinan satuan pendidikan dalam lingkup YPKT menggelar pertemuan di Rektorat UKI Toraja, Senin, 8 September 2026. Pertemuan tersebut membahas kebijakan universitas terkait pelaksanaan Program Pre-University sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah.

Pertemuan ini dihadiri oleh Pimpinan UKI Toraja, Ketua YPKT, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Makale (YPTKM), serta kepala sekolah dan wakil kepala SMA/SMK dalam lingkup YPKT. Sejalan dengan visi Gereja Toraja, “Gereja Toraja Melayani Bersama dalam Harmoni,” kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun pendidikan yang saling mendukung dan berkelanjutan.

Sekolah yang hadir dalam pertemuan tersebut, yakni SMA Kristen Makale, SMK Kristen Makale, SMK Kristen Sangalla, SMK Kristen Bittuang, SMK Kristen 2 Rantepao, SMA Kristen Barana’, SMA Kristen Rantepao, SMA Kristen Miallo, dan SMK Kristen Tagari.

Pembahasan Program Pre-University menjadi bagian penting dalam pertemuan tersebut. Pre-University adalah program persiapan sebelum memasuki perguruan tinggi yang dirancang untuk menjembatani siswa SMA/SMK menuju dunia perkuliahan. Program ini tidak hanya membantu siswa beradaptasi dengan sistem belajar di kampus, tetapi juga memberikan pembelajaran yang setara dengan mata kuliah dasar di semester awal. Keunggulan utama Program Pre-University adalah adanya sistem konversi nilai menjadi Satuan Kredit Semester (SKS). Artinya, mata kuliah yang telah dipelajari dan dinyatakan lulus dalam program ini dapat diakui dan dikonversi saat peserta resmi menjadi mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa dapat memulai perkuliahan dengan beban studi yang lebih ringan, proses adaptasi yang lebih cepat, serta peluang menyelesaikan studi secara lebih efisien sesuai kebijakan perguruan tinggi yang berlaku.

Selain membahas kebijakan universitas, pertemuan juga dirangkaikan dengan sharing session dari kepala sekolah maupun perwakilan sekolah bersama pimpinan UKI Toraja. Sesi tersebut menjadi ruang dialog untuk mendengarkan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi satuan pendidikan, sekaligus mengidentifikasi peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan ke depan.

Rektor UKI Toraja, Prof. Dr. Oktavianus Pasoloran, S.E., M.Si., Ak., CA. menegaskan bahwa pengembangan pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan keterlibatan dan sinergi dari berbagai pihak.

“Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Rektor UKI Toraja.

Melalui pertemuan ini, UKI Toraja terus mendorong terbangunnya komunikasi dan kolaborasi yang berkelanjutan dengan sekolah-sekolah, khususnya dalam mempersiapkan generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Sinergi antara sekolah dan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya mendukung keberlanjutan pendidikan peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama menghadirkan pendidikan yang relevan, berkualitas, dan berdampak bagi generasi masa depan.