UKI Toraja melaksanakan kegiatan benchmarking di Seminary Theology Malaysia pada 29 April 2026 dalam suasana akademik yang reflektif dan dialogis. Kegiatan ini berfokus pada penguatan keilmuan teologi, kajian budaya, serta pengembangan kerja sama di bidang pendidikan bahasa dan lintas budaya, dengan melibatkan Program Studi Filsafat Keilahian dan Program Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring akademik internasional.

Kegiatan diawali dengan pemaparan profil Seminary Theology Malaysia oleh Deaconess Dr. Tan Swee Bee yang menjelaskan visi dan misi institusi serta pendekatan pembelajaran teologi yang kontekstual dan inklusif.

Pada kesempatan yang sama, Program Studi Filsafat Keilahian UKI Toraja melalui Pdt. Dr. Johana R. Tangirerung, M.Th. mempresentasikan kajian ilmiah bertema “The Womb and the Granary: Reimagining Gender Equality through Toraja’s Symbolic Metaphor”. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa budaya Toraja memiliki kekayaan simbolik yang sarat makna, khususnya dalam memahami relasi gender. Metafora “rahim (womb)” dan “lumbung (granary)” digunakan sebagai representasi keseimbangan peran laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Toraja. Pendekatan ini menawarkan perspektif teologis dan kultural yang kontekstual dalam membangun pemahaman tentang kesetaraan gender yang berakar pada nilai-nilai lokal.

Tim Program BIPA UKI Toraja memaparkan pengembangan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sebagai sarana internasionalisasi bahasa dan budaya Indonesia. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang membahas berbagai peluang kolaborasi, mulai dari pertukaran mahasiswa, pengembangan teologi kontekstual, hingga program lintas budaya.

Rektor UKI Toraja, Prof. Dr. Oktavianus Pasoloran, S.E., M.Si., Ak. CA., menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi institusi di tingkat global. “Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi UKI Toraja dalam jejaring internasional, sekaligus membuka peluang kerja sama berkelanjutan dengan mengintegrasikan nilai lokal dan perspektif global,” ujarnya.